Pada saat
ini keberadaan Bimbingan dan Konseling di SD masih jarang, hanya terdapat pada
sekolah-sekolah tertentu yang sudah menggunakan guru bimbingan dan konseling.
Sebenarnya peran bimbingan dan konseling pada sekolah dasar (SD) sangatlah
penting untuk memantau proses perkembangan pada peserta didik. Bimbingan dan
konseling di sekolah dasar (SD) hampir sama dengan SMP dan SMA. Di sekolah
dasar (SD) jenis pelayanan yang digunakan harus sesuai dengan tugas
perkembangan anak sekolah dasar yang berkisar antara 6-12 tahun.
Adapun macam-macam tugas perkebangan
siswa sekolah dasar seperti:
- Memiliki kebiasaan dan sikap dalam bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung
- Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari
- Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya
- Belajar menjadi pribadi yang mandiri
- Mempelajari keterampilan fisik sederhana yang diperlukan untuk permainan maupun kehidupan
- Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku
- Membina hidup sehat, untuk diri sendiri, dan lingkungan serta keindahan
- Belajar memahami diri sendiri dan orang lain sesuai dengan jenis kelaminnya dan menjalankan peran tanpa membedakan jenis kelamin
- Mengembangkan sikap terhadap kelompok, lembaga sosial, serta tanah air bangsa dan Negara.
- Mengembangkan pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan
Bimbingan dan konseling di sekolah dasar
(SD) memiliki fungsi seperti membantu
memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki
agar berkembang secara optimal. Selain
fungsi, bimbingan dan konseling di sekolah dasar juga memiliki beberapa
pandangan dasar seperti:
-
Bidang Pelayanan: pribadi, sosial, belajar, karir
- Pelayanan bimbingan dan konseling tersedia untuk semua peserta didik, agar proses perkembangannya berjalan lebih lancar
- Fungsi Pelayanan: pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan
- Jenis Program: tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian
- Penyusunan Program : diawali need assesment
Guru
bimbingan dan konseling di sekolah dasar (SD) harus sangat sabar dalam
menghadapi peserta didiknya, karena sifat dan cara pemikiran peserta didik di
sekolah dasar berbeda dengan SMP dan SMA. Maka dari itu layanan yang diberikan
kepada peserta didik di sekolah dasar harus semenarik mungkin agar peseta didik
merasa nyaman sehingga mudah di berikan layanan. Di sekolah dasar sama halnya
dengan di SMP dan di SMA yang dimana memiliki permasalah yang harus dihadapi
guru bimbingan dan konseling, tetapi permasalahannya berbeda dengan peserta
didik di SMP dan SMA. Permasalahan yang sering muncul di sekolah dasar antara
lain:
- Penyesuaian diri awal masuk sekoah
- Tidak mau makan
- Membrontak di kelas
- Suka memukul
- Berkelahi
- Suka bohong
- Kecanduan video porno
- Tempramen
- Bulying
- Caper
Bimbingan
dan konseling pada sekolah dasar untuk saat ini memang masih jarang sekali,
tetapi dikemudian hari pasti bimbingan dan konseling akan dibutuhkan guna
membantu menyelesaikan tugas perkembangan perserta didik dari tahap ke tahap.
Menjadi guru bimbingan dan konseling di sekolah dasar tidak lah mudah karena
sifat peserta didik di sekolah dasar sangat berbeda dengan peserta didik di SMP
atau SMA, sehingga guru bimbingan dan konseling di sekolah dasar harus
benar-benar sabar dan pintar merangkai kata untuk memberi layanan pada peserta
didik.
Sumber: Pembicara Ibu Erni Setyani, Spd. dalam kuliah umum Bimbingan dan Konseling Pendidikan Dasar. Dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2015, di Universitas
Teknologi Yogyakarta.
Tugas Review Kuliah Umum
Matakuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan Dasar
Matakuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan Dasar
by: Isnaeni Khairunnisa (5131211023)